
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Keempat - Juni 2007
Halaman : 516 Halaman
Teresa Priastono hanyalah seorang yatim piatu yang tadinya hidup sebatang kara dalam kesendiriannya di sebuah gubuk kecil, di dalam gang kecil, hanya bertemankan seekor kucing kecil. Tapi lewat kematian bibinya, tiba-tiba Teresa menjadi kaya raya dan mewarisi rumah tua bertingkat di Jalan Joyoboyo yang dihuni oleh beberapa anak kost.
Apakah Teresa mempercepat kematian bibinya ? Bibinya meninggal kurang dari dua bulan setelah Teresa masuk ke rumah itu. Tapi polisi tak akan sampai ke rumah warisan tersebut andai di sana tak jatuh korban berikutnya. Salah seorang gadis yang kost di sana kedapatan mati tergantung. Penyidikan polosi mengungkap bahwa sejumlah perhiasan milik bibi Teresa dan gadis yang mati itu telah lenyap.
Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali menjadi semakin pusing saat mengusut kemelut berdarah itu dengan adanya intrik cinta segitiga antara penghuni-penghuni rumah warisan ini. Siapakah si pembunuh dan apakah motifnya ?
Apakah Teresa mempercepat kematian bibinya ? Bibinya meninggal kurang dari dua bulan setelah Teresa masuk ke rumah itu. Tapi polisi tak akan sampai ke rumah warisan tersebut andai di sana tak jatuh korban berikutnya. Salah seorang gadis yang kost di sana kedapatan mati tergantung. Penyidikan polosi mengungkap bahwa sejumlah perhiasan milik bibi Teresa dan gadis yang mati itu telah lenyap.
Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali menjadi semakin pusing saat mengusut kemelut berdarah itu dengan adanya intrik cinta segitiga antara penghuni-penghuni rumah warisan ini. Siapakah si pembunuh dan apakah motifnya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar