
Penerbit : PT. Gamedia Pustaka Utama
Cetakan : Keempat - November 1996
Halaman : 431 Halaman
Maryati mengira ia telah menjadi Ciderella setelah berhasil menaklukkan hati pangeran Supriyadi Cokronegoro ~ priyayi, pengusaha, hartawan tampan yang banyak diincar oleh perempuan-perempuan lain. Bahwa Supriyadi Cokronegoro ini duda atau punya bagian hidup yang dirahasiakannya, tidaklah menjadi soal. Tapi semua ini adalah sebelum timbulnya pertanyaan bagaimanakah istrinya dulu meninggal!
Mengapa Supriyadi selalu mau merahasiakan kehidupan perkawainannya dengan Lili Handoko ? Mengapa setiap kali Maryati bertanya, ia marah ? Apakah hal ini disebabkan karena kematian Lili Handoko memang tidak seperti yang dianggap orang-orang ? Maryati tiba-tiba menghadapi banyak hal yang mencurigakan dalam kehidupan Supriyadi. Salah satu di antaranya adalah perempuan yang bernama Ester Rumilah.
Siapa perempuan ini ? Kekasihnya ? Musuhnya ? Peranan apa yang dimainkannya dalam kehidupan Supriyadi ? Betulkah dia cuma salah seorang karyawan yang bekerja di perusahaannya ?
Begitu banyak pertanyaan yang tinggal tak terjawab sampai akhirnya jatuh korban pembunuhan berikutnya. Dan saat itu Maryati benar-benar ketakutan ! Satu kasus lagi bagi Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali.
Mengapa Supriyadi selalu mau merahasiakan kehidupan perkawainannya dengan Lili Handoko ? Mengapa setiap kali Maryati bertanya, ia marah ? Apakah hal ini disebabkan karena kematian Lili Handoko memang tidak seperti yang dianggap orang-orang ? Maryati tiba-tiba menghadapi banyak hal yang mencurigakan dalam kehidupan Supriyadi. Salah satu di antaranya adalah perempuan yang bernama Ester Rumilah.
Siapa perempuan ini ? Kekasihnya ? Musuhnya ? Peranan apa yang dimainkannya dalam kehidupan Supriyadi ? Betulkah dia cuma salah seorang karyawan yang bekerja di perusahaannya ?
Begitu banyak pertanyaan yang tinggal tak terjawab sampai akhirnya jatuh korban pembunuhan berikutnya. Dan saat itu Maryati benar-benar ketakutan ! Satu kasus lagi bagi Kapten Polisi Kosasih dan sahabatnya Gozali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar